Artikel Terpopuler
Senin, 07 November 2016
SILABUS MAPEL FIQIH KELAS 6
SILABUS DISINISILABUS TYPE TYPE TYPE DISINISILABUS DISINISILABUS DISINISILABUS TYPE TYPE TYPE DISINISILABUS DISINISILABUS DISINISILABUS TYPE TYPE TYPE DISINISILABUS DISINISILABUS DISINISILABUS TYPE TYPE TYPE DISINISILABUS DISINISILABUS DISINISILABUS TYPE TYPE TYPE DISINISILABUS DISINISILABUS TYPE HERE
RPP MAPEL FIQIH KELAS 6 SEMESTER 2
RPP TYPE HERE
RPP MAPEL FIQIH KELAS 6 SEMESTER 1
RPPNYA HERE TYPE TYPE TYPE RPPNYA HERE HERE HERE RPPNYA RPPNYA TYPE TYPE TYPE RPPNYA HERE HERE HERE RPPNYA RPPNYA TYPE TYPE TYPE HERE HERE RPPNYA RPPNYA
Tujuan dan Manfaat PTK
DDTK PTK Di Aula Kemenag Kab. Aceh Timur
Hal itu dikatakan Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam, M. Isa, S.Ag, M.Pd dalam sambutannya mewakili Kepala Kantor Kemenag Aceh Timur pada acara penutupan diklat, Minggu (6/11) di Idi.
"Dalam aspek akademis, PTK akan sangat membantu guru menghasilkan pengetahuan yang shahih dan relevan bagi kelas mereka yang dapat memperbaiki mutu pembelajaran dalam jangka pendek. Sedangkan dalam aspek praktis, PTK merupakan pelaksanaan inovasi pembelajaran dari bawah, peningkatan mutu dan perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan guru secara rutin," imbuh M. Isa.
Dengan selesainya mengikuti diklat ini, M. Isa mengharapkan kepada peserta agar mampu meningkatkan kemampuannya menemukan persoalan dalam proses pembelajaran di madrasah masing-masing serta mencari solusi melalui PTK.
"Lewat PTK kita berharap proses pembelajaran di madrasah akan lebih baik," pungkas M. Isa.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemanag Aceh Timur, Fadli, S.Ag selaku Ketua Panitia Pelaksanan menjelaskan, diklat di tempat kerja (DDTK) yang diikuti 30 peserta itu merupakan kerja sama Kankemanag Aceh Timur dan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh.
"Diklat diikuti 19 guru Madrasah Ibtidaiyah, 7 guru Madrasah Tsanawiyah, dan 4 guru Madrasah Aliyah sejak 31 Oktober lalu merupakan kerja sama Kankemenag Aceh Timur dan BDK Aceh," sisipnya.
Sedangkan pemateri, menurut Fadli, terdiri dari widyaiswara (WI) daerah dan pusat.
"WI terdiri dari Drs. Abdul Wahab, SH, MA, yang berasal dari BDK Aceh dan WI Ahli Utama dari Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan di Jakarta, yakni Dra. Dermawati, M.Si," pungkas Fadli. [yyy]
Rabu, 02 November 2016
IGI ACEH TIMUR LATIH GURU BERKOMIK
Hari Minggu 23 Oktober 2016 menjadi hari menyenangkan bagi guru-guru di Aceh Timur karena Ikatan Guru Indonesia Kabupaten Aceh Timur melaksanakan Workshop Membuat Media Pembelajaran Berbasis Komik yang diikuti oleh 128 Peserta dari berbagai jenjang satuan pendidikan yang terdiri dari guru SD/MI 40 orang, guru SLTP/MTsN 28 orang SMA/MA/SMK 57 orang dan Pengawas Dinas Pendidikan 2 orang serta pengawas Kemenag 1 orang. Kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan IGI dari Pidie, Kota Lhokseumawe dan Aceh Tamiang. Workshop berlangsung sangat menarik terlihat dari antusiasme belajar guru hingga 8 jam. Narasumber yang dihadirkan dalam workshop yang bertema Guru Kreatif Memikat Antusiasme Murid Belajar adalah Abdul Karim Al Jawahir, Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia yang sangat ahli dalam menciptakan media pembelajaran khususnya buku digital berbentuk komik yang bisa digunakan dalam pembelajaran di kelas.
Produk media berbentuk buku tersebut selain memuat gambar guru dan siswa di sekolah sendiri yang dikomikkan, juga berisi teks pembelajaran yang sangat mudah dipahami oleh siswa. Agak berbeda dengan buku di pasaran misalnya dengan teks yang panjang, tampilan penuh teks terkadang membuat siswa kurang berminat membaca. Melalui komik diharapkan daya baca siswa semakin baik, pemahaman konten dan konsep pembelajaran secara sederhana dapat disampaikan melalui story telling. Hal tersebut sesuai dengan pengakuan beberapa peserta pelatihan misalnya Kepala SDN 2 Perlak Indah Jelita, M.Pd, Guru SDN 1 Idi Yunsyah Putra,S.Pd.SD, serta guru MIN Kampung Beusa Agussalim, S.PdI.
Ketua IGI Kabupaten Aceh Timur Khairuddin didampingi Ketua Panitia Pelaksana Azwar Rangkuti, mengungkapkan bahwa workshop ini membentuk guru untuk berjiwa kreatif, menekankan pada guru bahwa pantang mengajar jika tidak belajar. Karena itu workshop ini hendaknya menghasilkan produk pembelajaran yang berguna dalam pembelajaran di sekolah. Workshop yang menekankan pada fungsi media pembelajaran ini akhirnya dilanjutkan pada pelatihan dalam jaringan selama dua minggu dengan pembimbingan secara intensif sehingga menghasilkan pembuatan produk media pembelajaran berbasis yang dikompilasi menjadi karya guru Aceh Timur yang akan dijadikan buku. Diharapkan pasca pelatihan guru-guru khususnya di Aceh Timur memiliki kecakapan membuat media pembelajaran sehingga dapat berbagi dengan guru-guru lain se Aceh Timur melalui program IGI Visits Schools.
Dalam kata sambutan membuka kegiatan, Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat IGI, Babe Nurdin mengutarakan bahwa workshop yang berlangsung ini sangat bermanfaat bagi guru-guru terutama dalam memperkuat kemampuan literasi dalam dunia pendidikan. Karena literasi tidak hanya kemampuan membaca serta menulis, namun juga kemampuan mengkreasi komunikasi tertulis sehingga mudah dipahami dan mempengaruhi pikiran pembaca.


