[Idi | Syarifuddin] Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan langkah
yang terencana yang dikhususkan bagi seorang guru untuk mewujudkan
kualitas pendidikan yang lebih baik. Oleh karena itu, PTK memiliki
manfaat yang sangat besar, baik aspek akademis, maupun aspek praktis.
Hal
itu dikatakan Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam, M. Isa, S.Ag, M.Pd
dalam sambutannya mewakili Kepala Kantor Kemenag Aceh Timur pada acara
penutupan diklat, Minggu (6/11) di Idi.
"Dalam aspek akademis, PTK
akan sangat membantu guru menghasilkan pengetahuan yang shahih dan
relevan bagi kelas mereka yang dapat memperbaiki mutu pembelajaran dalam
jangka pendek. Sedangkan dalam aspek praktis, PTK merupakan pelaksanaan
inovasi pembelajaran dari bawah, peningkatan mutu dan perbaikan proses
pembelajaran yang dilakukan guru secara rutin," imbuh M. Isa.
Dengan
selesainya mengikuti diklat ini, M. Isa mengharapkan kepada peserta
agar mampu meningkatkan kemampuannya menemukan persoalan dalam proses
pembelajaran di madrasah masing-masing serta mencari solusi melalui PTK.
"Lewat PTK kita berharap proses pembelajaran di madrasah akan lebih baik," pungkas M. Isa.
Kepala
Seksi Pendidikan Madrasah Kankemanag Aceh Timur, Fadli, S.Ag selaku
Ketua Panitia Pelaksanan menjelaskan, diklat di tempat kerja (DDTK) yang
diikuti 30 peserta itu merupakan kerja sama Kankemanag Aceh Timur dan
Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh.
"Diklat diikuti 19 guru
Madrasah Ibtidaiyah, 7 guru Madrasah Tsanawiyah, dan 4 guru Madrasah
Aliyah sejak 31 Oktober lalu merupakan kerja sama Kankemenag Aceh Timur
dan BDK Aceh," sisipnya.
Sedangkan pemateri, menurut Fadli, terdiri dari widyaiswara (WI) daerah dan pusat.
"WI
terdiri dari Drs. Abdul Wahab, SH, MA, yang berasal dari BDK Aceh dan
WI Ahli Utama dari Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan di
Jakarta, yakni Dra. Dermawati, M.Si," pungkas Fadli. [yyy]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar